Cklek!
Krriiieeett!
Selamat datang..!
再说一次我爱你 (Zai Shuo Yi Ci Wo Ai Ni)
Song : Zai Shuo Yi Ci Wo Ai Ni
By : Andy Lau (Liu De Hua)
Story By : Sno_Wint (Stefanny J.)
4 June
Setetes air dari
langit, turun dengan cepat dan pecah di bahuku. Setetes air dari mataku, turun
mengalir melewati pipiku dan jatuh di dadaku. Wajahmu yang pucat itu, terlihat
sangat tenang dan damai. Tak bisakah aku mendapatkan kesempatan sekali lagi
untuk melihat wajah cantikmu? Bolehkah aku meminta kesempatan kedua agar aku
bisa bersama denganmu lagi?
“Kris..! Hujan.. Berteduhlah dulu..!” Kata sahabatku.
Aku tak merespon.
Entah, aku tak mengerti apa yang ia maksud. Otakku malas untuk diajak berpikir
saat ini. Aku terus memandangi peti yang ada didepanku. Aku ingat betul seperti
apa wajah orang yang berbaring disini. Aku ingat dan sangat tahu. Dan aku.. Tak
ingin lupa wajah orang itu.
“Kris! Hujannya semakin deras nih.. Berteduhlah dulu!”
Seru sahabatku lagi.
Tuhan, kumohon. Tolong
berilah aku kesempatan sekali lagi untuk bisa bersamanya. Aku ingin
menghabiskan waktuku bersamanya ketika ia akan pergi. Tuhan, kumohon.
Kabulkanlah permintaanku ini. Aku benar-benar ingin mengatakan cinta padanya
sekali lagi.
From : My Honey
Honey, kau
pulang malam ya? Padahal aku sudah menyiapkan makan malam untukmu...
From : My Honey
Selamat malam,
Honey! Muach~! Wo ai ni!
From : My Honey
Sepertinya hari
ini akan turun hujan, jangan lupa bawa payung ya kalau keluar rumah.. Hehe..
Aku kembali membaca
semua pesan darinya yang belum terhapus dari ponselku. Sesekali aku tersenyum
geli ingat akan hari itu. Benar-benar rindu dengannya..!
“Kris.. Tidurlah.. Ini sudah malam.. Kau harus
istirahat..” Ujar ibuku.
Aku tak menjawab. Aku
terdiam di kasur dengan wajah hampir basah semua akibat air mata.
“Kris.. Dengarkan ibu.. Kalau kau terpuruk begini,
kasihan istrimu.. Pasti dia tidak bisa tenang dan sedih jika melihatmu seperti
ini.. Lihatlah..! Kau semakin kurus dan wajahmu semakin pucat.. Kau jadi
seperti mayat hidup saja!”
Aku mendengar ibuku
menasihatiku, tapi entah kenapa tak ada satu hurufpun yang kumengerti. Otakku
benar-benar malas untuk bekerja saat ini. Yang kubutuhkan saat ini adalah
istriku! Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin membayar waktuku yang terbuang
sia-sia meninggalkannya di rumah. Aku ingin bersamanya lagi. Akhirnya, mataku
terpejam sempurna akibat efek dari obat tidur.
Aku berharap bisa
bertemu denganmu lewat mimpi. Aku berharap bisa melihat wajahmu lagi di mimpi.
Aku berharap aku bisa bersama denganmu lagi di mimpi. Tapi, hasilnya nol. Aku
sama sekali tidak bertemu denganmu. Aku tak melihat wajahmu disini. Apa kau tak
mau masuk kedalam mimpiku?
“Kris, bangun.. Ayo bangun..!”
Aku mendengar seseorang
memanggilku. Ia juga menggoncang-goncangkan tubuhku sesekali. Suara itu terdengar
tidak asing di telingaku ini. Aku membuka mata dan samar-samar aku melihatnya.
Benarkah itu dia? Benarkah yang kulihat ini? Apa ada yang salah dengan mataku?
Aku mengusap wajah dan mataku cepat dan kembali kulihat orang yang berdiri di
kamar ini lagi.
“Hei.. Kenapa denganmu?? Kenapa melihatku seperti itu?
Seperti melihat hantu saja!”
Aku rasa mataku telah
berbentuk bulat sekarang. Dan mungkin mulutku juga menganga saat ini. Aku
menoleh kearah kalender yang berdiri di meja sampingku ini. 31 Mei. Oh
Tuhanku.. Benarkah yang kulihat ini bukan mimpi? Kalau memang bukan, aku sangat
berterimakasih kepadamu! Aku turun dari kasur dan langsung menubruk tubuhnya
dan memeluknya erat.
“Eh, Kris..! Ahahaha.. Kau ini kenapa sih? Ckckck..”
“Ella... Aku merindukanmu!”
Aku masih memeluknya
erat dan seerat mungkin. Kuhirup aroma wangi tubuhnya. Aku benar-benar rindu
dan senang!
“Kau ini kenapa sih, Kris? Ckckck.. Sudah sana mandi..!
Bangun bangun dan bau begini, berani-beraninya memelukku..! Hih!” Protesnya.
Aku hanya tersenyum
senang.
“Aku tidak akan berangkat kerja hari ini..”
Ella, istriku itu
menoleh.
“Kenapa??”
“Aku ingin bersamamu..”
Hari itu.. Bukan, hari
ini.. Tanggal 31 Mei. Hari dimana dimulainya kesibukanku yang paling super
sehingga aku tidak bisa menemaninya. Aku masih ingat, semua kesalahanku sebelum
ia pergi. Semua sikap kasarku karena kepalaku yang mulai stres dengan urusan
kantor. Ya, itulah masalahnya. Kantor, kantor, kantor, kantor dan kantor terus
yang ada di kepalaku. Tak pernah sekalipun aku memikirkan Ella yang mungkin
kesepian kutinggal bekerja hingga larut. Waktu itu..
Cklek..
“Kau sudah pulang, Kris.. Bagaimana dengan urusannya?
Sudah selesai?” Tanya Ella ketika aku baru pulang.
“Belum.. Kenapa kau belum tidur? Ini kan sudah jam 2 dini
hari..”
Ia tersenyum padaku.
Mungkin itu adalah senyum terakhir yang kulihat.
“Aku ingin menunggumu..”
Itu adalah kesalahan
kesekian kalinya. Aku bersikap dingin, acuh tak acuh dan selalu mendiamkannya.
Tapi sekarang, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan padaku
ini.
“Hari ini kau mau belanja??” Tanyaku ketika melihatnya
sudah siap-siap mau pergi.
“Iya.. Kau mau titip apa??”
“Aku mau ikut.....” Jawabku dengan nada manja.
“Hah? Kau mau ikut? Yang benar??
Pekerjaanmu....................”
“Sudah.. Tak apa.. Tidak penting pekerjaannya..” Jawabku
cepat memotong kalimatnya.
Aku langsung menutup
laptop lalu memakai jaket dan menarik tangannya. Ia hanya bisa melihatku dengan
heran. Hihihihi.. Tentu saja heran, selama kami menikah, belum pernah aku
menemaninya belanja.
“Kita mulai beli apa dulu??” Tanyaku sambil mendorong troley belanjaan.
“Emm.. Ke bagian perlengkapan rumah dulu saja...”
“Kalau begitu.. Ayo..!!!”
Aku berlari mendorong troley itu layaknya anak kecil. Ia
tertawa melihatku. Walaupun orang pasti berpikir aku orang gila, tapi yang
penting istriku senang.
“Nanti malam kau mau makan apa??” Tanya Ella sambil
memilah sayur yang ada di lemari pendingin.
“Apapun yang kau masak, akan kumakan.. Masakanmu kan enak
sekali! Tidak ada duanya!”
“Ahahaha.. Iya deh..”
Aku tersenyum
menatapnya. Mungkin ia berpikir kenapa dengan suamiku ini? Hehe.. Rahasia!
“Kemana lagi? Ke bagian daging??” Tanyaku semangat.
“Daging? Emm.. Boleh juga.. Ayo kesana..”
“Asyik!”
Setelah selesai
belanja, aku baru sadar, belanjaan kami banyak sekali. Apa dikarenakan aku
mengambil terlalu banyak makanan ringan ya tadi?
“Banyak sekali..” Lirihku.
“Tentu saja banyak, tuan.. Bagaimana bisa tidak banyak,
lihat nih.. 3 kantung plastik besar khusus hanya untuk makanan ringan..!” Jawab
Ella ternyata mendengar lirihanku itu.
Aku hanya bisa nyengir
kuda sambil mengusap belakang kepalaku. Untung aku naik mobil, kalau naik
sepeda? Bisa gawat....
“Setelah ini kau mau apa??” Tanyaku ketika dalam
perjalanan pulang.
“Mungkin aku akan bersih-bersih rumah.. Kenapa??”
“Tak apa.. Aku bantu ya!”
“Hari ini kau aneh, Kris.. Ada apa???”
“Hm? Aneh? Tidak.. Aku hanya ingin bersamamu.. Itu
saja..”
Sesampainya di rumah,
kami bersih-bersih rumah. Menyapu, mengepel, mencuci baju dan piring,
membersihkan debu-debu dan lainnya. Sesekali eh bukan.. Berkali-kali aku
bergurau dengannya. Seperti misalnya....
“Busanya banyak, La!” Ujarku bangga.
“Heh heh heh.. Mau apa kau? Jangan mendekat! Aaaaa!!!!
Kris!!”
Hahahaha.. Aku tertawa
puas ketika meniup tumpukan busa itu kearahnya.
“Astaga, gawat... Kabur!!!!!!!”
“Jangan lari kau ya! Awas kau!!”
Ella mengejarku dengan
selang air. Bisa gawat kalau aku sampai kena. Bisa basah kuyup!
“Ahahaha.. Kris! Kenapa kau mengepel seperti shaolin yang membersihkan lantai??”
Tanya Ella ketika melihatku mengepel ala shaolin
katanya.
“Eh? Kan biar cepat..” Jawabku apa adanya.
Kami merebahkan diri,
melepaskan segala kelelahan yang menyelimuti kami setelah bersih-bersih. Aku
menoleh kearahnya. Matanya sedang terpejam dengan nafas teratur keluar dari
hidungnya. Aku tersenyum lalu mengecup pipinya. Ia membuka mata dan menatap
kearahku.
“Aku mencintaimu Ella..” Ujarku.
Aku bisa lihat senyum
manisnya sekali lagi. Dan juga...
“Aku juga Kris.. Aku juga mencintaimu..”
Hari ini tanggal 1
Juni. Hari ulang tahunnya! Dan juga.. Hari dimana ia pergi.
“Selamat ulang tahun sayangku!!!” Teriakku heboh.
“Terimakasih, Kris.. Kue-nya cantik sekali...” Pujinya
ketika melihat kue ultahnya sendiri.
“Ehehehe.. Kan kau cantik, makanya aku pilihkan kue yang
cantik juga..”
Ia tersenyum.
“Hadiah tahun ini adalah... Aku!”
“Eh? Kau?”
“Iya.. Seharian bersama denganku..” Ucapku bangga.
“Hah? Siapa yang mau??”
Aku langsung memajukan
bibirku. Tak bisa kubiarkan kalimat itu. Harus ada hukumannya.
“Kau bilang apa?? Kemari kau, Ella.. Aku akan
menghukummu!”
“Eh?! Tidak bisa.. Coba tangkap aku dulu.. Wekkkk!!”
Aku berlari
kejar-kejaran dengannya. Sebenarnya kami ini pasangan suami istri umur berapa?
Hah.. Jangan pikirkan usia jika sedang berbicara tentang cinta.
“Nah, nona.. Kau mau kemana dulu? Aku akan belikan semua
yang kau mau!” Ujarku ketika kami berjalan-jalan di pasar malam.
“Serius???”
Aku mengangguk mantap.
Ia terlihat sangat senang. Hari ini adalah hari terakhir aku bersamanya. Tidak
adil! Jujur, aku masih ingin bersamanya. Walaupun sudah diberi kesempatan bisa
dengannya lagi, aku belum puas. Memang itulah sifat manusia, iya kan?
“Kris.. Coba lihat topi ini.. Lucu ya..”
“Itu kan topi bayi..”
“Memang.. Semua benda-benda milik bayi itu memang lucu!”
Mungkin.. Aku bisa
menghentikan kecelakaan itu. Ya, mungkin aku bisa menolongnya dari kecelakaan
itu! Aku langsung bernafas lega setelah menyadari kami jauh dari jalan dimana
Ella tertabrak. Itu artinya, Ella bisa kuselamatkan!
“Ella.. Berjanjilah kau akan terus menggandeng
tanganku..” Kataku.
Ia sedikit memiringkan
kepalanya bingung.
“Baiklah..” Jawabnya.
Sepanjang perjalanan di
hari ulang tahunnya ini, aku dan dia terus saling bergandeng tangan. Hingga...
“Lampu pejalan kakinya lama sekali sih! Hih!” Ujarku
kesal.
“Sabar, Kris..” Tenang Ella.
Beberapa detik
kemudian, lampu itu berubah hijau. Ketika aku dan Ella berjalan sampai di
tengah jalan, aku melihat sesuatu. Itu kan.. Itu mobil yang menabrak Ella! Hei
yang benar saja! Aku ingin menghindar dari tempat itu. Tapi sesak! Jalanan ini
terlalu ramai dengan orang-orang! Aku berusaha untuk mencari celah untuk
berlari ke tepi jalan, tapi tak ada! Kenapa orang-orang ini seperti menjadi penghalang
dan pagar untukku meyelamatkan Ella?! Arrggghhh!!
Aku pasrah.
Perlahan kutatap
istriku.
Apakah ini yang namanya
takdir?
Apakah memang istriku
ditakdirkan untuk mati sekarang?
“Ella..” Lirihku dan tanpa seizinku bulir air mata
mengalir.
“Kris.. Kau kenapa?” Tanya Ella terlihat khawatir.
“Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu...”
Ujarku berulang-ulang sebelum mobil itu semakin lama semakin menghapus jarak.
“Kris.. Kau baik-baik saja? Kau kenapa, Kris?? Kau jangan
bercanda..!!”
“Terimakasih karena kau telah memberiku kesempatan untuk
bisa bersama denganmu lagi.. Terimakasih, La.. Terimakasih karena aku bisa
mengucapkan cinta padamu sekali lagi..”
“Apa yang kau bicarakan, Kris? Kris..? Kris! Mobil itu
tidak mengerem..!”
Ella melihat mobil yang
berjalan itu tidak memperlambat lajunya. Ya, mobil itu yang akan membunuh Ella.
Istriku ini terlihat panik dan cemas. Aku menatapnya dengan sendu. Aku rasa,
aku tidak akan kuat jika harus kehilangan dirinya 2 kali. Kuputuskan....
Kubalikan badanku dan
kurentangkan tanganku.
BRAK!!!!!!
Aku bisa melihat
senyumnya sekali lagi. Aku bisa mendengar suara tawanya sekali lagi. Aku bisa
bersama dengannya sekali lagi. Aku bisa memperbaiki kesalahanku. Aku cukup puas
dengan semua itu.
Keinginanku sudah terkabul.
Untuk mengatakan hal
itu. Sekarang semuanya sudah berakhir. Sudah selesai.
Ella..
Istriku..
Sekali lagi akan
kukatakan...
Aku mencintaimu..
Romaji
ji de na tian ni zuo zai wo de mian qian
ni de yi yuan hen ming xian deng wo de biao xian
wo shuo gai tian deng wo you zu gou shi jian
wo yi ding gei ni yi ci wan mei ai qing de xuan yan
duo xiang zhua jin mei yi shun jian
zhi pa gu shi yi shi zuo tian
cai ming bai hu lue shi wo zui da de que xian
wo zhen de hao xiang zai shuo yi ci wo ai ni
wo yuan yi fang qi suo you yi qie zhi wei huan hui ni
ru guo shi jian neng gou wei ni er dao liu
zhen de hao xiang qian zhe ni de shuang shou
zai shuo yi ci wo ai ni
hui yi yi jing mei you ni zai wo mian qian
kan shi me"
ni de yi yuan hen ming xian deng wo de biao xian
wo shuo gai tian deng wo you zu gou shi jian
wo yi ding gei ni yi ci wan mei ai qing de xuan yan
duo xiang zhua jin mei yi shun jian
zhi pa gu shi yi shi zuo tian
cai ming bai hu lue shi wo zui da de que xian
wo zhen de hao xiang zai shuo yi ci wo ai ni
wo yuan yi fang qi suo you yi qie zhi wei huan hui ni
ru guo shi jian neng gou wei ni er dao liu
zhen de hao xiang qian zhe ni de shuang shou
zai shuo yi ci wo ai ni
hui yi yi jing mei you ni zai wo mian qian
kan shi me"
Kanji
再说一次我爱你 - 刘德华
记得 那天 你坐在我的面前
你的意愿很明显 等我的表现
我说 改天 等我有足够时间
我一定给你一次完美 爱情的宣言
多想 抓紧每一瞬间
只怕故事已是昨天
才明白 忽略是我最大的缺陷
我真的 好想 再说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 只为换回你
如果 时间 能够为你而倒流
真的好想牵着你的双手
再说一次 我爱你
回忆 已经 没有你在我面前
看什麽也会感到厌倦 我闭上双眼
多想 两个人盖一张被
一同刷牙 一同洗脸
才明白 错把机会 借给了明天
我真的 好想 再说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 只为换回你
逃避 原来不是面对的道理
看清自己种下的可惜
重复後悔的延续
我真的 好想 再说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 只为换回你
如果 时间 能够为你而倒流
真的好想牵着你的双手
再说一次 我爱你
记得 那天 你坐在我的面前
你的意愿很明显 等我的表现
我说 改天 等我有足够时间
我一定给你一次完美 爱情的宣言
多想 抓紧每一瞬间
只怕故事已是昨天
才明白 忽略是我最大的缺陷
我真的 好想 再说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 只为换回你
如果 时间 能够为你而倒流
真的好想牵着你的双手
再说一次 我爱你
回忆 已经 没有你在我面前
看什麽也会感到厌倦 我闭上双眼
多想 两个人盖一张被
一同刷牙 一同洗脸
才明白 错把机会 借给了明天
我真的 好想 再说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 只为换回你
逃避 原来不是面对的道理
看清自己种下的可惜
重复後悔的延续
我真的 好想 再说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 只为换回你
如果 时间 能够为你而倒流
真的好想牵着你的双手
再说一次 我爱你
Translation
Remember the day you sat in front of me
You will obviously wait for my performance
I said, another day, etc. I have enough time to
I'll give you a perfect declaration of love
More want to seize every moment
I am afraid that story yesterday
Came to realize that neglect is my biggest flaw
I really want to say again I love you
I am willing to give up everything just to exchange for your
If the time for you to turn the clock back
Really want to hold your hands
Again I love you
Memories have been you before me
See what will be tired I close my eyes
Think two people cover a
With brushing with wash
Came to realize that the wrong opportunity to lend tomorrow
I really want to say again I love you
I am willing to give up everything just to exchange for your
To escape if they are not facing the truth
Of a pity to see under their own kind
Repeated regret the continuation of
I really want to say again I love you
I am willing to give up everything just to exchange for your
If the time for you to turn the clock back
Really want to hold your hands
Again I love you
~Fin~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar