Kamis, 23 Agustus 2012

Zai Shuo Yi Ci Wo Ai Ni -Story-


Cklek!
Krriiieeett!
Selamat datang..!

说一次我爱你 (Zai Shuo Yi Ci Wo Ai Ni)
Song : Zai Shuo Yi Ci Wo Ai Ni
By : Andy Lau (Liu De Hua)
Story By : Sno_Wint (Stefanny J.)

4 June
Setetes air dari langit, turun dengan cepat dan pecah di bahuku. Setetes air dari mataku, turun mengalir melewati pipiku dan jatuh di dadaku. Wajahmu yang pucat itu, terlihat sangat tenang dan damai. Tak bisakah aku mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk melihat wajah cantikmu? Bolehkah aku meminta kesempatan kedua agar aku bisa bersama denganmu lagi?
            “Kris..! Hujan.. Berteduhlah dulu..!” Kata sahabatku.
Aku tak merespon. Entah, aku tak mengerti apa yang ia maksud. Otakku malas untuk diajak berpikir saat ini. Aku terus memandangi peti yang ada didepanku. Aku ingat betul seperti apa wajah orang yang berbaring disini. Aku ingat dan sangat tahu. Dan aku.. Tak ingin lupa wajah orang itu.
            “Kris! Hujannya semakin deras nih.. Berteduhlah dulu!” Seru sahabatku lagi.
Tuhan, kumohon. Tolong berilah aku kesempatan sekali lagi untuk bisa bersamanya. Aku ingin menghabiskan waktuku bersamanya ketika ia akan pergi. Tuhan, kumohon. Kabulkanlah permintaanku ini. Aku benar-benar ingin mengatakan cinta padanya sekali lagi.
From : My Honey
     Honey, kau pulang malam ya? Padahal aku sudah menyiapkan makan malam untukmu...
From : My Honey
     Selamat malam, Honey! Muach~! Wo ai ni!
From : My Honey
     Sepertinya hari ini akan turun hujan, jangan lupa bawa payung ya kalau keluar rumah.. Hehe..
Aku kembali membaca semua pesan darinya yang belum terhapus dari ponselku. Sesekali aku tersenyum geli ingat akan hari itu. Benar-benar rindu dengannya..!
            “Kris.. Tidurlah.. Ini sudah malam.. Kau harus istirahat..” Ujar ibuku.
Aku tak menjawab. Aku terdiam di kasur dengan wajah hampir basah semua akibat air mata.
            “Kris.. Dengarkan ibu.. Kalau kau terpuruk begini, kasihan istrimu.. Pasti dia tidak bisa tenang dan sedih jika melihatmu seperti ini.. Lihatlah..! Kau semakin kurus dan wajahmu semakin pucat.. Kau jadi seperti mayat hidup saja!”
Aku mendengar ibuku menasihatiku, tapi entah kenapa tak ada satu hurufpun yang kumengerti. Otakku benar-benar malas untuk bekerja saat ini. Yang kubutuhkan saat ini adalah istriku! Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin membayar waktuku yang terbuang sia-sia meninggalkannya di rumah. Aku ingin bersamanya lagi. Akhirnya, mataku terpejam sempurna akibat efek dari obat tidur.
Aku berharap bisa bertemu denganmu lewat mimpi. Aku berharap bisa melihat wajahmu lagi di mimpi. Aku berharap aku bisa bersama denganmu lagi di mimpi. Tapi, hasilnya nol. Aku sama sekali tidak bertemu denganmu. Aku tak melihat wajahmu disini. Apa kau tak mau masuk kedalam mimpiku?
            “Kris, bangun.. Ayo bangun..!”
Aku mendengar seseorang memanggilku. Ia juga menggoncang-goncangkan tubuhku sesekali. Suara itu terdengar tidak asing di telingaku ini. Aku membuka mata dan samar-samar aku melihatnya. Benarkah itu dia? Benarkah yang kulihat ini? Apa ada yang salah dengan mataku? Aku mengusap wajah dan mataku cepat dan kembali kulihat orang yang berdiri di kamar ini lagi.
            “Hei.. Kenapa denganmu?? Kenapa melihatku seperti itu? Seperti melihat hantu saja!”
Aku rasa mataku telah berbentuk bulat sekarang. Dan mungkin mulutku juga menganga saat ini. Aku menoleh kearah kalender yang berdiri di meja sampingku ini. 31 Mei. Oh Tuhanku.. Benarkah yang kulihat ini bukan mimpi? Kalau memang bukan, aku sangat berterimakasih kepadamu! Aku turun dari kasur dan langsung menubruk tubuhnya dan memeluknya erat.
            “Eh, Kris..! Ahahaha.. Kau ini kenapa sih? Ckckck..”
            “Ella... Aku merindukanmu!”
Aku masih memeluknya erat dan seerat mungkin. Kuhirup aroma wangi tubuhnya. Aku benar-benar rindu dan senang!
            “Kau ini kenapa sih, Kris? Ckckck.. Sudah sana mandi..! Bangun bangun dan bau begini, berani-beraninya memelukku..! Hih!” Protesnya.
Aku hanya tersenyum senang.
            “Aku tidak akan berangkat kerja hari ini..”
Ella, istriku itu menoleh.
            “Kenapa??”
            “Aku ingin bersamamu..”
Hari itu.. Bukan, hari ini.. Tanggal 31 Mei. Hari dimana dimulainya kesibukanku yang paling super sehingga aku tidak bisa menemaninya. Aku masih ingat, semua kesalahanku sebelum ia pergi. Semua sikap kasarku karena kepalaku yang mulai stres dengan urusan kantor. Ya, itulah masalahnya. Kantor, kantor, kantor, kantor dan kantor terus yang ada di kepalaku. Tak pernah sekalipun aku memikirkan Ella yang mungkin kesepian kutinggal bekerja hingga larut. Waktu itu..
Cklek..
            “Kau sudah pulang, Kris.. Bagaimana dengan urusannya? Sudah selesai?” Tanya Ella ketika aku baru pulang.
            “Belum.. Kenapa kau belum tidur? Ini kan sudah jam 2 dini hari..”
Ia tersenyum padaku. Mungkin itu adalah senyum terakhir yang kulihat.
            “Aku ingin menunggumu..”
Itu adalah kesalahan kesekian kalinya. Aku bersikap dingin, acuh tak acuh dan selalu mendiamkannya. Tapi sekarang, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan padaku ini.
            “Hari ini kau mau belanja??” Tanyaku ketika melihatnya sudah siap-siap mau pergi.
            “Iya.. Kau mau titip apa??”
            “Aku mau ikut.....” Jawabku dengan nada manja.
            “Hah? Kau mau ikut? Yang benar?? Pekerjaanmu....................”
            “Sudah.. Tak apa.. Tidak penting pekerjaannya..” Jawabku cepat memotong kalimatnya.
Aku langsung menutup laptop lalu memakai jaket dan menarik tangannya. Ia hanya bisa melihatku dengan heran. Hihihihi.. Tentu saja heran, selama kami menikah, belum pernah aku menemaninya belanja.
            “Kita mulai beli apa dulu??” Tanyaku sambil mendorong troley belanjaan.
            “Emm.. Ke bagian perlengkapan rumah dulu saja...”
            “Kalau begitu.. Ayo..!!!”
Aku berlari mendorong troley itu layaknya anak kecil. Ia tertawa melihatku. Walaupun orang pasti berpikir aku orang gila, tapi yang penting istriku senang.
            “Nanti malam kau mau makan apa??” Tanya Ella sambil memilah sayur yang ada di lemari pendingin.
            “Apapun yang kau masak, akan kumakan.. Masakanmu kan enak sekali! Tidak ada duanya!”
            “Ahahaha.. Iya deh..”
Aku tersenyum menatapnya. Mungkin ia berpikir kenapa dengan suamiku ini? Hehe.. Rahasia!
            “Kemana lagi? Ke bagian daging??” Tanyaku semangat.
            “Daging? Emm.. Boleh juga.. Ayo kesana..”
            “Asyik!”
Setelah selesai belanja, aku baru sadar, belanjaan kami banyak sekali. Apa dikarenakan aku mengambil terlalu banyak makanan ringan ya tadi?
            “Banyak sekali..” Lirihku.
            “Tentu saja banyak, tuan.. Bagaimana bisa tidak banyak, lihat nih.. 3 kantung plastik besar khusus hanya untuk makanan ringan..!” Jawab Ella ternyata mendengar lirihanku itu.
Aku hanya bisa nyengir kuda sambil mengusap belakang kepalaku. Untung aku naik mobil, kalau naik sepeda? Bisa gawat....
            “Setelah ini kau mau apa??” Tanyaku ketika dalam perjalanan pulang.
            “Mungkin aku akan bersih-bersih rumah.. Kenapa??”
            “Tak apa.. Aku bantu ya!”
            “Hari ini kau aneh, Kris.. Ada apa???”
            “Hm? Aneh? Tidak.. Aku hanya ingin bersamamu.. Itu saja..”
Sesampainya di rumah, kami bersih-bersih rumah. Menyapu, mengepel, mencuci baju dan piring, membersihkan debu-debu dan lainnya. Sesekali eh bukan.. Berkali-kali aku bergurau dengannya. Seperti misalnya....
            “Busanya banyak, La!” Ujarku bangga.
            “Heh heh heh.. Mau apa kau? Jangan mendekat! Aaaaa!!!! Kris!!”
Hahahaha.. Aku tertawa puas ketika meniup tumpukan busa itu kearahnya.
            “Astaga, gawat... Kabur!!!!!!!”
            “Jangan lari kau ya! Awas kau!!”
Ella mengejarku dengan selang air. Bisa gawat kalau aku sampai kena. Bisa basah kuyup!
            “Ahahaha.. Kris! Kenapa kau mengepel seperti shaolin yang membersihkan lantai??” Tanya Ella ketika melihatku mengepel ala shaolin katanya.
            “Eh? Kan biar cepat..” Jawabku apa adanya.
Kami merebahkan diri, melepaskan segala kelelahan yang menyelimuti kami setelah bersih-bersih. Aku menoleh kearahnya. Matanya sedang terpejam dengan nafas teratur keluar dari hidungnya. Aku tersenyum lalu mengecup pipinya. Ia membuka mata dan menatap kearahku.
            “Aku mencintaimu Ella..” Ujarku.
Aku bisa lihat senyum manisnya sekali lagi. Dan juga...
            “Aku juga Kris.. Aku juga mencintaimu..”
Hari ini tanggal 1 Juni. Hari ulang tahunnya! Dan juga.. Hari dimana ia pergi.
            “Selamat ulang tahun sayangku!!!” Teriakku heboh.
            “Terimakasih, Kris.. Kue-nya cantik sekali...” Pujinya ketika melihat kue ultahnya sendiri.
            “Ehehehe.. Kan kau cantik, makanya aku pilihkan kue yang cantik juga..”
Ia tersenyum.
            “Hadiah tahun ini adalah... Aku!”
            “Eh? Kau?”
            “Iya.. Seharian bersama denganku..” Ucapku bangga.
            “Hah? Siapa yang mau??”
Aku langsung memajukan bibirku. Tak bisa kubiarkan kalimat itu. Harus ada hukumannya.
            “Kau bilang apa?? Kemari kau, Ella.. Aku akan menghukummu!”
            “Eh?! Tidak bisa.. Coba tangkap aku dulu.. Wekkkk!!”
Aku berlari kejar-kejaran dengannya. Sebenarnya kami ini pasangan suami istri umur berapa? Hah.. Jangan pikirkan usia jika sedang berbicara tentang cinta.
            “Nah, nona.. Kau mau kemana dulu? Aku akan belikan semua yang kau mau!” Ujarku ketika kami berjalan-jalan di pasar malam.
            “Serius???”
Aku mengangguk mantap. Ia terlihat sangat senang. Hari ini adalah hari terakhir aku bersamanya. Tidak adil! Jujur, aku masih ingin bersamanya. Walaupun sudah diberi kesempatan bisa dengannya lagi, aku belum puas. Memang itulah sifat manusia, iya kan?
            “Kris.. Coba lihat topi ini.. Lucu ya..”
            “Itu kan topi bayi..”
            “Memang.. Semua benda-benda milik bayi itu memang lucu!”
Mungkin.. Aku bisa menghentikan kecelakaan itu. Ya, mungkin aku bisa menolongnya dari kecelakaan itu! Aku langsung bernafas lega setelah menyadari kami jauh dari jalan dimana Ella tertabrak. Itu artinya, Ella bisa kuselamatkan!
            “Ella.. Berjanjilah kau akan terus menggandeng tanganku..” Kataku.
Ia sedikit memiringkan kepalanya bingung.
            “Baiklah..” Jawabnya.
Sepanjang perjalanan di hari ulang tahunnya ini, aku dan dia terus saling bergandeng tangan. Hingga...
            “Lampu pejalan kakinya lama sekali sih! Hih!” Ujarku kesal.
            “Sabar, Kris..” Tenang Ella.
Beberapa detik kemudian, lampu itu berubah hijau. Ketika aku dan Ella berjalan sampai di tengah jalan, aku melihat sesuatu. Itu kan.. Itu mobil yang menabrak Ella! Hei yang benar saja! Aku ingin menghindar dari tempat itu. Tapi sesak! Jalanan ini terlalu ramai dengan orang-orang! Aku berusaha untuk mencari celah untuk berlari ke tepi jalan, tapi tak ada! Kenapa orang-orang ini seperti menjadi penghalang dan pagar untukku meyelamatkan Ella?! Arrggghhh!!
Aku pasrah.
Perlahan kutatap istriku.
Apakah ini yang namanya takdir?
Apakah memang istriku ditakdirkan untuk mati sekarang?
            “Ella..” Lirihku dan tanpa seizinku bulir air mata mengalir.
            “Kris.. Kau kenapa?” Tanya Ella terlihat khawatir.
            “Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu...” Ujarku berulang-ulang sebelum mobil itu semakin lama semakin menghapus jarak.
            “Kris.. Kau baik-baik saja? Kau kenapa, Kris?? Kau jangan bercanda..!!”
            “Terimakasih karena kau telah memberiku kesempatan untuk bisa bersama denganmu lagi.. Terimakasih, La.. Terimakasih karena aku bisa mengucapkan cinta padamu sekali lagi..”
            “Apa yang kau bicarakan, Kris? Kris..? Kris! Mobil itu tidak mengerem..!”
Ella melihat mobil yang berjalan itu tidak memperlambat lajunya. Ya, mobil itu yang akan membunuh Ella. Istriku ini terlihat panik dan cemas. Aku menatapnya dengan sendu. Aku rasa, aku tidak akan kuat jika harus kehilangan dirinya 2 kali. Kuputuskan....
Kubalikan badanku dan kurentangkan tanganku.
BRAK!!!!!!
Aku bisa melihat senyumnya sekali lagi. Aku bisa mendengar suara tawanya sekali lagi. Aku bisa bersama dengannya sekali lagi. Aku bisa memperbaiki kesalahanku. Aku cukup puas dengan semua itu.
Keinginanku sudah terkabul.
Untuk mengatakan hal itu. Sekarang semuanya sudah berakhir. Sudah selesai.
Ella..
Istriku..
Sekali lagi akan kukatakan...
Aku mencintaimu..

Romaji
ji de na tian ni zuo zai wo de mian qian
ni de yi yuan hen ming xian deng wo de biao xian
wo shuo gai tian deng wo you zu gou shi jian
wo yi ding gei ni yi ci wan mei ai qing de xuan yan
duo xiang zhua jin mei yi shun jian
zhi pa gu shi yi shi zuo tian
cai ming bai hu lue shi wo zui da de que xian
wo zhen de hao xiang zai shuo yi ci wo ai ni
wo yuan yi fang qi suo you yi qie zhi wei huan hui ni
ru guo shi jian neng gou wei ni er dao liu
zhen de hao xiang qian zhe ni de shuang shou
zai shuo yi ci wo ai ni
hui yi yi jing mei you ni zai wo mian qian
kan shi me"

Kanji
说一次我爱你 - 刘德
记得 那天 你坐在我的面前
你的意愿很明 等我的表
改天 等我有足够时间
我一定给你一次完美 爱情的宣言
多想 紧每一瞬间
只怕故事已是昨天
才明白 忽略是我最大的缺陷
我真的 好想 说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 为换回你
如果 时间 够为你而倒流
真的好想牵着你的双手
说一次 爱你
没有你在我面前
看什麽也会感到厌倦 闭上双眼
多想 两个人盖一张被
一同刷牙 一同洗
才明白 错把机会 给了明天
我真的 好想 说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 为换回你
逃避 原来不是面对的道理
看清自己种下的可惜
重复後悔的延
我真的 好想 说一次我爱你
我愿意放弃所有一切 为换回你
如果 时间 够为你而倒流
真的好想牵着你的双手
说一次

Translation
Remember the day you sat in front of me
You will obviously wait for my performance
I said, another day, etc. I have enough time to
I'll give you a perfect declaration of love
More want to seize every moment
I am afraid that story yesterday
Came to realize that neglect is my biggest flaw
I really want to say again I love you
I am willing to give up everything just to exchange for your
If the time for you to turn the clock back
Really want to hold your hands
Again I love you
Memories have been you before me
See what will be tired I close my eyes
Think two people cover a
With brushing with wash
Came to realize that the wrong opportunity to lend tomorrow
I really want to say again I love you
I am willing to give up everything just to exchange for your
To escape if they are not facing the truth
Of a pity to see under their own kind
Repeated regret the continuation of
I really want to say again I love you
I am willing to give up everything just to exchange for your
If the time for you to turn the clock back
Really want to hold your hands
Again I love you


~Fin~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar