Kamis, 23 Agustus 2012

Pu Gong Ying De Yue Ding -Story-


Huuffff..
Dheg.. Dheg..
Ttttiiiiiiiitttt..

蒲公英的約定 (Pu Gong Ying De Yue Ding)
Song : Pu Gong Ying De Yue Ding – Secret OST
By : Jay Chou (Zhou Jie Lun)
Story  by : Sno_Wint (Stefanny J.)

Aku melangkahkan kakiku menaiki bukit kecil yang ada di dekat rumahku. Disana, tumbuh sebatang pohon yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rindang. Dibawah pohon itu adalah tempat favoritku. Aneh, pertama kali aku berpikir kenapa ia bisa suka dengan tempat ini? Padahal, pemandangan yang bisa dilihat hanyalah hamparan rumput saja.
Ctek..
Aku memetik sesuatu yang tumbuh disekitar pohon itu.
Huufff..
Aku meniup sesuatu itu, membuat benda-benda kecil yang tadinya menempel sekarang terbang menjauh.
Dandelion.
Itulah nama bunga liar yang barusan aku tiup. Meniup bunga Dandelion adalah hobiku. Dia, gadis itu memperkenalkan hal-hal baru untukku.

小學籬芭旁的蒲公英 - xiao xue li ba pang de pu gong ying
The nightingale perched on the primary school fence
是記憶裡有味道的風景 - shi ji yi li you wei dao de feng jing
Is a scenery in my memory

Aku masih ingat gambaran burung-burung bertenggeran di pagar sekolah. Gambar itu terlukis di benakku karena suatu alasan.
          “Lu Han ge..” Panggilnya.
Aku menoleh dan membalikan badan. Tak lupa aku juga tersenyum menyambutnya.
          “Sudah lama menunggunya?” Tanyanya.
Aku menggeleng.
          “Tidak.. Baru sebentar..” Jawabku.
Setiap hari, aku menunggunya pulang sekolah. Kalau tidak, dia yang menungguku pulang sekolah. Kami pulang berjalan ke rumah kami yang bersebelahan. Ya, dia adalah tetanggaku.
Mungkin karena itulah gambar burung-burung bertengger di pagar sekolah terpatri di benakku. Mungkin karena aku sering melihat hal tersebut.

午睡操場傳來蟬的聲音 - wu shui cao chang chuan lai chan de sheng yin
The sound of the crickets during the afternoon nap
多少年後也還是很好聽 - duo shao nian hou ye hai shi hen hao ting
Still sounds as beautiful years later

Semuanya masih sama. Tak ada yang berubah sedikitpun. Suara jangkrik menjelang malam, masih terdengar merdu dan indah seperti tahun lalu. Dandelion yang tumbuh cepat juga tidak berubah. Apakah hanya aku saja yang mengalami perubahan? Kini, hatiku terasa sepi dan kosong. Tidak seperti waktu kau ada disampingku. Hatiku terasa hangat dan selalu gembira.
          “Maaf ya Lu Han ge..”
          “Tidak.. Kau tidak perlu minta maaf..”
          “Tapi, gara-gara aku.. Kau jadi tidak bisa pergi bersama teman-temanmu..”
          “Tak apa.. Lagipula aku juga tidak suka pergi ke tempat itu.. Sudah.. Kau istirahat saja.. Tidurlah..”
Mata yang terpejam itu, selalu kudoakan agar bisa terbuka lagi.
          “Selamat malam, ge..”

將願望折紙飛機寄成信 - jiang yuan wang zhe zhi fei ji ji cheng xin
Folding aeroplanes carrying our wishes and sending them like letters
因為我們等不到那流星 - yin wei wo men deng bu dao na liu xing
We could not wait for the shooting star
認真投決定命運的硬幣 - ren zhen tou jue ding ming yun de ying bi
So we focused on our hard fate
卻不知道到底能去哪裡 - que bu zhi dao dao di neng qu na li
But did not know where we could go

Aku mengeluarkan secarik kertas yang kusimpan di sakuku. Aku sudah menulis sesuatu diatas kertas ini semalam. Langkah demi langkah kulewati dengan hati-hati untuk menghasilkan origami pesawat yang sempurna.
Senyum mengembang di wajahnya ketika ia berhasil membuat sebuah pesawat dengan rapi dan sempurna waktu itu.
          “Hore!!! Aku berhasil membuatnya, ge!!” Ujarnya semangat.
          “Wah! Kenapa punyaku malah tidak rapi begini?! Sobek pula!” Protesku.
          “Hahaha.. Sepertinya Lu Han ge sudah mulai tua..! Jari-jarinya sudah tidak luwes seperti dulu lagi! Hahaha..” Ledeknya.
          “Apa kau bilang? Awas kau!”
Aku mendekat kearahnya yang masih tertawa. Langsung saja kugelitiki kaki dan pinggangnya.
          “Aduh, ge.. Ampun ampun ampun! Hahaha.. Geli!!”
          “Tidak ada ampun! Akan kubuktikan kalau jari-jari ini masih luwes! Hahaha.. Rasakan pembalasanku!”
          “Iya iya iya! Aku minta maaf! Lu Han ge  masih muda kok..!”
Senyum kecil terukir di bibirku ketika kilasan kenangan itu terlintas di benakku.
          “Nah, pesawat.. Terbanglah yang jauh dan tinggi..” Ujarku lalu menerbangkan pesawat kertas itu.
Sama seperti waktu itu,
          “Kenapa kita menulis harapan kita di kertas, ge?” Tanyanya.
          “Karena kita akan menerbangkannya ke angkasa.. Kita akan melipatnya menjadi pesawat nanti.. Kau sudah selesai belum menulisnya??”
          “Sebentar lagi.. Emmm... Ah iya! Hehe.. Baiklah.. Sudah selesai!”
Kami melipat kertas harapan itu menjadi sebuah pesawat kertas sederhana.
          “Kenapa harapan kita harus diterbangkan dengan pesawat kertas??” Tanyanya lagi dengan rasa penasaran yang tinggi.
          “Karena kita tidak bisa menunggu bintang untuk jatuh dari singgahsananya..”

一起長大的約定 那樣清晰 - yi qi zhang da de yue ding na yang qing xi
The promise that grew up with us is so vividly etched,

打過勾的我相信 說好要一起旅行 - da guo gou de wo xiang xin shuo hao yao yi qi lv xing
I crossed fingers saying we would go on a holiday together. 
是妳如今 唯一堅持的任性 - shi ni ru jin wei yi jian chi de ren xing
And that promise, is the only thing that kept you strong

Kenangan demi kenangan terus berusaha untuk menguasai otakku. Tapi, aku tak akan meronta. Karena aku senang bisa mengingat segalanya tentangku dan tentangnya ketika kami bersama.
Sewaktu aku dan dia masih kecil, kami membuat sebuah janji. Janji yang tumbuh dengan kita terasa sangat hidup.
          “Jangan menangis...” Ujarku menenangkannya.
          “Aku takut Lu Han ge.. Aku tidak mau mati.. Aku belum mau pergi meninggalkan dunia dulu.. Aku masih ingin bermain bersamamu..”
          “Kau ini bicara apa? Kenapa kau begitu? Kau harus bisa mengalahkan penyakitmu itu! Kita bisa berjuang bersama-sama!”
Ia berhenti menangis dan masih terisak. Aku masih ingat dengan jelas tatapan penuh harap itu. Tatapan seorang anak kecil itu, menatap mataku yang juga masih anak-anak. Benar, dia mengidap sebuah penyakit sejak ia kecil. Hampir setiap hari ia merasa sedih dan depresi karena penyakitnya itu.
          “Aku berjanji akan mengajakmu pergi bermain besok!” Ujarku penuh keyakinan sambil menyilangkan kedua jariku, jari tengah dan jari telunjuk.
          “Benarkah?? Wah, asyik!!”
Selama ini, semua janji liburan dan bermain itu adalah hal yang selalu membuatnya kuat.

我們卻注意窗邊的蜻蜓 - wo men que zhu yi chuang bian de qing ting
We gazed at the dragonflies by the window

Melihat seekor capung terbang melewatiku, aku jadi teringat akan sesuatu. Lebih tepatnya, akan hari itu.
          “Lihat..! Capungnya bewarna-warni!” Kataku sambil membuka kaca jendela kamarnya.
          “Wah.. Cantik-cantik sekali ya...!” Jawabnya antusias.
          “Yang itu seperti sedang balap terbang ya..!”
          “Hahaha.. Iya..! Kalau yang itu seperti sedang berebut makanan, ge..!”
Kami mengamati beberapa capung yang terbang diatas taman kecil milik keluarganya. Tak cuma hari itu, kami juga sering melihat capung bertebangan dengan indahnya dari jendela kamarnya. Setidaknya, itu menjadi hiburan gratis yang bisa dinikmati olehnya.

我去到哪裡妳都跟很緊 - wo qu dao na li ni dou gen hen jin
You follow me closely wherever I go
很多的夢在等待著進行 - hen duo de meng zai deng dai zhe jin xing
And there are many dreams for us to fulfil

Dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Lebih tepatnya, dia tidak bisa jauh-jauh dariku. Karena aku selalu menggandeng tangannya. Kemanapun aku pergi, dia selalu setuju dan selalu dekat denganku.
          “Aku akan beli minum sebentar..”
          “Aku ikut!” Selanya dengan cepat.
          “Tidak usah.. Kau disini saja.. Cuma sebentar kok..”
Dia menggeleng lalu bangkit dari duduknya dan memegangi tanganku.
          “Aku mau ikut..” Rengeknya.
Aku menghela nafas.
          “Baiklah.. Ayo..!”
Diapun tersenyum. Alangkah indah senyumnya ketika permintaannya dikabulkan. Hehe..
          “Aku ingin menanam Dandelion di rumah!” Ujarnya.
          “Dandelion?? Itu kan bunga liar.. Tidak bewarna dan jelek..!”
          “Siapa bilang jelek? Aku suka kok.. Aku ingin meniup Dandelion setiap hari.. Hehehe.. Agar benih-benih kecilnya jatuh di tempat yang berbeda dan menghasilkan Dandelion baru!”
          “Tapi, mana ada orang yang menjual bibit Dandelion? Kau ini ada-ada saja..”
          “Hah.. Lu Han ge ini.. Ayo ikut aku..! Akan kutunjukan sesuatu padamu!”
Ia menarik tanganku menuju ke suatu tempat.
          “Tempat apa ini?”
          “Hehehe.. Ayo duduk disana!”
Bukit kecil dan 1 pohon tumbuh disana. Hanya ada hamparan rumput sejauh mata memandang. Kenapa dia mengajakku kemari?
          “Coba lihat.. Banyak Dandelionnya kan..??” Ujarnya sambil menunjuk sekeliling pohon itu.
Ia memetik 2 tangkai Dandelion itu dan memberikannya 1 untukku. Ia meniup bunga tersebut.
          “Sekarang giliranmu.. Ayo tiup bunganya..”
Aku menurut dan meniup bunga Dandelion itu. Mataku terbelalak heran. Sekilas, pemandangan hamparan rumput itu menjadi sangat indah dilewati dengan benih-benih Dandelion yang berterbangan.
          “Aku ingin tidur disini...” Katanya.
          “Hah?! Mana bisa? Kau bisa sakit nanti..” Jawabku cepat.
          “Yah.. Kan bisa pakai jaket dan bawa selimut....” Rengeknya.
          “Ckckck.. Ada-ada saja permintaanmu ini..”
Memang, banyak sekali permintaan yang ingin ia wujudkan. Cita-cita, keinginan dan segalanya yang mungkin belum bisa terpenuhi karena takdir berkata lain.
Aku menghela nafas dengan berat. Dadaku terasa sesak dan oksigen disekitarku terasa sangat sedikit. Kenangan itu ternyata telah membuatku ingin menangis. Lagi.
          “Lu Han..” Panggil seseorang.
Akupun menoleh dan mendapati ibuku yang memanggil. Ibuku mendekat dan duduk disampingku. Dibawah pohon ini dan ditengah-tengah hamparan rumput ini.
          “Aku merindukannya, ma..” Kataku.
          “Iya, nak.. Mama tahu.. Mama juga sangat merindukan Stefanny..”
Mendengar namanya disebut, jantungku berdetak semakin cepat. Darahku mengalir lebih deras dan dadaku terasa sesak. Tanpa kusadari, air mata sudah lolos dari mataku. Gadis itu. Dia. Ia. Adalah Stefanny.

妳是友情 - ni shi you qing
Are we friends,
還是錯過的愛情 - hai shi cuo guo de ai qing
Or are you the girl I missed out on?

Terkadang aku berpikir, apakah kami ini berteman? Atau dia adalah gadis yang kurindukan?
Kalian tahu? Kenapa aku mengajaknya membuat harapan yang diterbangkan dalam bentuk pesawat kertas? Kalian tahu kenapa aku suka tempat ini dan suka meniup bunga Dandelion? Kalian tahu apa yang kutulis semalam dan kuterbangkan hari ini?
Aku tak bisa menjawabnya. Aku hanya mencintainya. Aku menyukainya dan selalu ingin membuatnya tersenyum bahagia. Aku tidak ingin melihat air matanya mengalir lagi. Aku tidak ingin membuatnya ingat akan penyakit yang merebut nyawanya itu. Aku hanya ingin dia bisa hidup layaknya gadis biasa yang bisa melakukan apa saja yang dia mau. Karena itu, aku menulis sebuah surat singkat yang ingin sekali kukirimkan ke surga untuknya. Agar dia bisa tersenyum dan tidak kesepian. Tapi, aku ingat. Dia di surga sekarang. Tempat yang lebih baik dan yang pasti dia sudah mendapatkan kebahagiaan abadi.
Sekarang aku tahu, kenapa dia suka tempat ini. Aku tahu karena aku bisa merasakan hangatnya kasih sayang dari bumi ini ketika angin berhembus dan menerbangkan benih-benih Dandelion dengan lembut.
Dia, Stefanny. Telah mengajariku banyak hal yang awalnya belum pernah kutemukan dalam hidupku.
Janji itu kini telah terbang bersama dengan Dandelion. Ke surga.

Romaji
xiao xue li ba pang de pu gong ying
shi ji yi li you wei dao de feng jing
wu shui cao chang chuan lai chan de sheng yin
duo shao nian hou ye hai shi hen hao ting

jiang yuan wang zhe zhi fei ji ji cheng xin
yin wei wo men deng bu dao na liu xing
ren zhen tou jue ding ming yun de ying bi
que bu zhi dao dao di neng qu na li

yi qi zhang da de yue ding
na yang qing xi
da guo gou de wo xiang xin
shuo hao yao yi qi lv xing
shi ni ru jin
wei yi jian chi de ren xing

zai zou lang shang fa zhan da shou xin
wo men que zhu yi chuang bian de qing ting
wo qu dao na li ni dou gen hen jin
hen duo de meng zai deng dai zhe jin xing

yi qi zhang da de yue ding
na yang qing xi
da guo gou de wo xiang xin
shuo hao yao yi qi lv xing
shi ni ru jin
wei yi jian chi de ren xing

yi qi zhang da de yue ding
na yang zhen xin
yu ni liao bu wan de ceng jing
er wo yi jing fen bu qing
ni shi you qing
hai shi cuo guo de ai qing

Kanji
小學籬芭旁的蒲公英
是記憶裡有味道的風景
午睡操場傳來蟬的聲音
多少年後也還是很好聽

將願望折紙飛機寄成信
因為我們等不到那流星
認真投決定命運的硬幣
卻不知道到底能去哪裡

#一起長大的約定
那樣清晰
打過勾的我相信
說好要一起旅行
是妳如今
唯一堅持的任性

在走廊上罰站打手心
我們卻注意窗邊的蜻蜓
我去到哪裡妳都跟很緊
很多的夢在等待著進行

Repeat


一起長大的約定
那樣真心
與妳聊不完的曾經
而我已經分不清
妳是友情
還是錯過的愛情

Translation
The nightingale perched on the primary school fence,
Is a scenery in my memory,
The sound of the crickets during the afternoon nap,
Still sounds as beautiful years later.

Folding aeroplanes carrying our wishes and sending them like letters,
We could not wait for the shooting star,
So we focused on our hard fate,
But did not know where we could go.

#The promise that grew up with us is so vividly etched,
I crossed fingers saying we would go on a holiday together.
And that promise,
Is the only thing that kept you strong.

Despite being punished at the corridors and palms stinging,
We gazed at the dragonflies by the window,
You follow me closely wherever I go,
And there are many dreams for us to fulfil.

Repeat #

The promise that grew up with us is that innocent and pure,
I was unable to recall your "we used to..." clearly,
Are we friends,
Or are you the girl I missed out on?


~Fin~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar