Minggu, 15 Juli 2012

Di Ji Ge Yi Bai Tian -Story-


Tut.. Tut.. Tut..
Klek!
Wei..?

第几个一百天 (Di Ji Ge Yi Bai Tian)
Song : Di Ji Ge 100 Tian
By : JJ Lin (Lin Jun Jie)
Story  by : Sno_Wint (Stefanny J.)

Aku melangkahkan kakiku menuju ke sebuah piano hitam mengkilap yang ada disana. Selangkah demi selangkah. Debaran demi debaran. Sorot mata seorang demi seorang, mulai tertuju kearahku. Mereka mulai mengamatiku dari ujung kaki hingga ujung kepala. Aku sampai namun, aku tak duduk di kursi pianis itu. Aku menghadap kearah mereka yang menatapku penuh ketidaksabaran. Kuperhatikan kursi-kursi warna merah yang hampir semuanya terisi. Hampir semuanya. Ya, hampir.
Aku menarik nafas dalam, menghilangkan rasa gugup. Aku membungkukan badan sedalam mungkin untuk memberi salam. Kutegakan tubuhku dan kulangkahkan kakiku menuju ke piano tersebut. Aku mengambil ponselku yang ada di kantung celanaku ini. Kutekan angka nomor 1 cukup lama. Ya benar, aku memasang speed-dial nomor 1 untuk nomornya. Kuletakan ponselku di piano itu. Agar, ia bisa mendengarkan dentingan tuts piano ini.

爱铺成蓝天 - wo ba ai pu cheng lan tian
I use my love to create the blue sky
让不安的妳 一抬头就看得见 - rang bu an de ni yi tai tao jiu kan de jian
So that the troubled you, can see it when you lift up your head

            “Yi Xing ge..”
Suara lembut itu, memasuki telingaku. Aku menoleh dan mendapati dia ada disana sedang tersenyum dan berjalan kearahku.
            “Hei.. Aku kan sudah bilang, panggilnya Lay ge saja...” Jawabku.
            “Tidak mau.. Kenapa harus Lay ge?? Aku lebih suka memanggil nama aslimu..”
Hening, setelah ia duduk disebelahku. Kami duduk di sebuah panggung tempat kuberlatih piano.
            “Kenapa?? Kau ada masalah?” Tanyaku ketika melihat wajahnya begitu kusut.
            “Hm? Hehe.. Begitulah..”
Ia tersenyum lalu menundukan kepalanya.
            “Ayo, ikut aku..”
Aku menarik tangannya untuk mengikutiku.
            “Kemana??” Tanyanya penasaran.
Tapi, aku tak menjawabnya. Tidak seru jika dia tahu duluan, kan? Kami menaiki tangga dan sampai diatap gedung pertunjukan itu.
            “Kenapa kau membawaku kemari, Yi Xing ge?”
            “Hehe.. Duduklah..”
Dia menurut dan duduk disebelahku.
            “Lihat.. Langitnya biru.. Indah sekali kan??”
Ia mengadahkan kepalanya keatas mengikutiku. Dan harapanku terkabul ketika ia tersenyum.
            “Indah ya.. Langitnya.. Biru bersih.. Asyik sekali bisa melihat langit seluas ini tanpa ada halangan benda yang lain..”
            “Akhir-akhir ini, ketika aku sedang ada masalah... Aku sering kemari dan menatap langit biru bersih dan luas itu.. Dan hasilnya, hatiku merasa sangat lega.. Entah kenapa..”
            “Hei.. Kau menunjukanku tempat rahasiamu ya??”
Aku tersenyum kearahnya. Suasana hening lagi karena kami sibuk memanjakan mata kami dengan pemandangan langit yang biru itu.
            “Jika ada masalah, kau bisa melihat langit biru ini ketika kau mengangkat kepalamu..”

把心烧成火焰 - wo ba xin xiao jung huo yuan
I burn my heart to create a flame
让怕黑的妳 拥着温暖入眠 - rang pa hai de ni yong zhe wen nuan ru nian
so that the you that's afraid of the dark, can fall asleep in its warmth

            “Yi Xing ge.. Aku takut....”
            “Kenapa?! Ada masalah apa?! Kau baik-baik saja kan?!”
Aku begitu panik ketika ia menghubungiku dan mengatakan kalau ia sedang ketakutan.
            “Aku akan segera ke rumahmu! Tunggu sebentar ya..!”
Aku bergegas meraih jaket dan menaiki motorku. Aku melesat ke rumahnya dengan cepat. Sesampainya disana, kulihat rumahnya sangat gelap. Tak ada satu lampu pun yang menyala. Ada apa sebenarnya? Aku semakin khawatir dan cemas. Langsung saja, aku masuk kedalam rumah.
            “Yi Xing ge..!” Panggilnya yang sekarang sedang ada dibawah sofa.
            “Kenapa kau ada dibawah situ?? Ada apa?! Apa ada pencuri?!”
Ia menggeleng.
            “Lalu kenapa???”
            “Aku takut gelap.. Listriknya mati...”
Aku menghela nafas antara lega dan maklum. Aku tersenyum bodoh dan geli.
            “Kenapa tertawa??! Aku takut nih.. Orang tuaku sedang pergi dan aku sendirian di rumah....”
            “Ckckckck.. Kemarilah.. Keluarlah darisana.. Sekarang semuanya sudah aman.. Kan ada aku..”
Ia keluar dari tempat persembunyiannya dan duduk di lantai bersandar di sofa itu. Aku duduk disampingnya menemani dirinya yang takut akan gelap.
            “Kau itu membuatku sangat khawatir! Hih..!”
            “Hehehe.. Maaf ya, ge.. Hihihihi.. Tapi, terimakasih sudah mau menemaniku!”
            “Ini kan sudah malam.. Kenapa kau belum tidur??”
            “Tadi aku hampir tidur, tapi tiba-tiba lampunya mati.. Aku jadi tidak bisa tidur...”
Ia memanyunkan bibirnya takut dan sebal. Aku mengacak-acak rambutnya kilas.
            “Tidurlah.. Aku akan menjagamu..”
            “Tapi, aku takut gelap....!”
            “Tak apa.. Bayangkan saja kalau aku ini api untuk menerangi tidurmu dan menghangatkan badanmu..”
Gadis ini tersenyum lalu memejamkan matanya. Kusandarkan kepalanya di bahuku. Baiklah, akan kutunggu sampai ia benar-benar tertidur.

第几个一百天 还是很有感觉 - di ji ge yi bai tian hai shi hen you gan jue
How many hundred days has it been, the feeling is still there

Para penonton menyaksikanku bermain piano. Beberapa dari mereka terbawa emosi dan menitikan air mata. Aku bermain disini, tapi pikiranku tidak disini. Ponselku masih menyala. Apakah terhubung ke ponselmu? Apakah panggilan dariku ini terdengar olehmu? Apakah kau mendengarku bermain piano?
Aku menyanyi dengan sepenuh hati. Jemari ini juga bermain menari-nari diatas tuts piano dengan lentik. Berharap kau bisa mendengarnya. Kursi paling depan itu masih kosong dan belum terisi. Apakah kau benar-benar tidak bisa datang? Apakah kau sudah datang? Kau melihatku bermain piano kan?
Ini sudah berapa ratus hari? Kenapa perasaan ini merasa kalau kau masih ada disini? Rasa cinta ini masih hinggap dan melekat di hatiku. Perasaan ini masih disini, di hatiku. Apakah kau juga merasakan hal yang sama? Disana.

第几个一百天 也像刚热恋 - di ji ge yi bai tian ye xiang gang re lian
How many hundred days has it been, still feels like we're madly in love

Berapa ratus hari sudah kulewati tanpamu? Tapi, rasanya seperti kita masih di mabuk cinta. Sebenarnya kau kemana? Kursi itu masih kosong belum ada yang mengisi. Akankah kau datang dan mengisi kekosongan itu? Apakah kau akan menepati janjimu?
Apakah aku bodoh? Terlalu bodohkah aku ini untuk bisa menerima segalanya? Kubiarkan ponsel itu tetap menghubungimu. Kubiarkan isakan para penonton. Dan kumulai berkonsentrasi pada nyanyian dan tarian jemariku ini. Namun, kenapa kenangan itu selalu muncul setiap aku menekan satu demi satu tuts bergiliran.
Ya, kenangan. Kenangan itu masih tersimpan di hati ini.

第几个一百天 越来越有感 - di ji ge yi bai tian yue lai yue you gan jue
How many hundred days has it been, the feelings grows stronger and stronger

Sudah berapa ratus hari kau tidak ada disampingku, menemaniku, bercanda denganku, berbicara denganku, bermanjaan denganku, menggandeng tanganku, memeluk tubuhku, mencium pipi dan keningku? Berapa ratus hari? Aku sendiri tidak bisa mengingat dengan benar, kapan kepergianmu.
Kerinduan ini rasanya telah berhasil merobek dan menikam hatiku begitu dalam. Tapi, tidak untuk perasaanku. Kepergianmu, membuat perasaan ini tumbuh semakin kuat dan kuat tiap detiknya.
当守护变信念 连泪水都很 - dang shou hu bian xin nian lian lei shui dou hen tian
When being by your side becomes a promise, even the tears become sweet


Jika bisa bertemu dengan dirimu lagi, aku akan merasa sangat bahagia. Bahkan air mata pun akan terasa sangat manis jika kau ada disampingku.
Permainan pianoku kuakhiri dengan sentuham lembut. Kuperpanjang akhirannya tanda selesainya lagu yang kupersembahkan. Penonton memberiku standing applause dengan wajah masih basah dan beberapa masih menitikan air mata. Apakah perasaanku tersampaikan ketika aku bermain piano dan bernyanyi tadi, hingga para penonton ikut merasakan kesedihanku.
Aku bangkit berdiri dari kursi pianis itu lalu membungkukan badan lagi. Saat kutegakan badanku, aku masih melihat kursi itu masih kosong tanpa ada apa-apa. Aku tersenyum setelah menghela nafas singkat lalu berjalan mengambil ponselku yang kuletakan diatas piano.
Aku hendak melihat ponselku. Bodohnya diriku, tentu saja disana pasti tidak tertulis apa-apa. Mana mungkin dia menerima panggilan dariku? Tapi, hasilnya beda. Ponselku, selama kurang lebih 5 menit tadi.. Terhubung ke ponselnya. Dia menerima panggilan dariku. Dia mendengarkan suaraku bernyanyi dan mendengarkan dentingan dari piano yang kumainkan. Seperti janjinya waktu itu.
Aku menarik nafas lega dengan senyum mengembang. Kau menepati janjimu, Rum. Ya, Arum. Nama gadis yang selalu kupikirkan selama ini. Satu-satunya gadis manis yang sampai akhir hidupnya, selalu memanggilku dengan Zhang Yi Xing. Itulah dia.
Walaupun kursi itu tetap kosong, tapi aku tahu.. Kau memperhatikanku sampai akhir permainanku. Benarkan, Rum? Kau mendengarku kan?

Romaji
wo ba ai pu cheng lan tian
rang bu an de ni yi tai tao jiu kan de jian
wo ba xin xiao jung huo yuan
rang pa hai de ni yong zhe wen nuan ru nian
wo xiao de shi jian ru xue you shi hou hui fu gai yi qie
dan shi zhen ai yi ru jue qiang hui chong sheng de lu ye

di ji ge yi bai tian hai shi hen you gan jue
yong yan jing qu su miao ni nei xin de shi jie
di ji ge yi bai tian ye xiang gang re lian
liang ge ren shou yi cheng lian ming yu dou gai bian

ceng you de ming gan cui rou
zai wo de xiong kou ni jiu tang xia lai bie shou le
jiang you de gu zhi chong dong
wo ye hui yong bao ni an fu zhe ti liang xin teng juoWooh ~Wooh~

di ji ge yi bai tian yue lai yue you gan jue
yong yan jing qu su miao ni nei xin de shi jie
guan guo uo shao yi bai tian ye xiang gang re lian
liang ge ren shou yi cheng lian ming yu dou gai bian
dang shou hu bian xin nian lian lei shui dou hen tian

Kanji

爱铺成蓝天
让不安的妳 一抬头就看得见
把心烧成火焰
让怕黑的妳 拥着温暖入眠

晓得 时间如雪 时候会覆盖一切
但是真 一如倔会重生的绿叶

第几个一百天 还是很有感觉
用眼睛去素描 妳内心的世界
第几个一百天 也像刚热恋
两个人手一 连命运都改变

曾有的敏感脆弱
在我的胸口 你就躺下来别说了
将有的固执冲动
我也会拥抱妳安抚着体谅妳心疼着Wooh ~Wooh~

第几个一百天 越来越有感
用眼睛去素描 妳内心的世界
过多少一百天 也像刚热恋
两个人手一 连命运都改变
当守护变信念 连泪水都很

Translation

I use my love to create the blue sky
so that the troubled you, can see it when you lift up your head.
I burn my heart to create a flame,
so that the you that's afraid of the dark, can fall asleep in its warmth.

I understand that time is like the snow, sometimes it covers everything.
But real love is as strong as green leaves that will regrow.

How many hundred days has it been, the feeling is still there
Use your eyes to feel, the world within your heart.
How many hundred days has it been, still feels like we're madly in love
As we join our hands together, our fates change too.

The weakness and sensitivity that you have,
Just life down on my chest and not say a word.
The stubborn impluse that you have,
I will hug you, calm you and understand your pain

How many hundred days has it bee, the feelings grows stronger and stronger
Use your eyes to feel, the world within your heart.
How many hundred days has it been, still feels like we're madly in love
As we join our hands together, our fates change too.
When being by your side becomes a promise, even the tears become sweet.


-Fin-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar