Tut.. Tut.. Tut..
Klek!
Wei..?
第几个一百天 (Di Ji Ge Yi Bai Tian)
Song : Di Ji Ge
100 Tian
By : JJ Lin (Lin
Jun Jie)
Story by : Sno_Wint (Stefanny J.)
Aku melangkahkan kakiku menuju ke sebuah piano hitam mengkilap yang
ada disana. Selangkah demi selangkah. Debaran demi debaran. Sorot mata seorang
demi seorang, mulai tertuju kearahku. Mereka mulai mengamatiku dari ujung kaki
hingga ujung kepala. Aku sampai namun, aku tak duduk di kursi pianis itu. Aku
menghadap kearah mereka yang menatapku penuh ketidaksabaran. Kuperhatikan
kursi-kursi warna merah yang hampir semuanya terisi. Hampir semuanya. Ya,
hampir.
Aku menarik nafas dalam, menghilangkan rasa gugup. Aku membungkukan
badan sedalam mungkin untuk memberi salam. Kutegakan tubuhku dan kulangkahkan
kakiku menuju ke piano tersebut. Aku mengambil ponselku yang ada di kantung
celanaku ini. Kutekan angka nomor 1 cukup lama. Ya benar, aku memasang speed-dial nomor 1 untuk nomornya.
Kuletakan ponselku di piano itu. Agar, ia bisa mendengarkan dentingan tuts
piano ini.
我 把爱铺成蓝天 - wo ba
ai pu cheng lan tian
I use my love to create
the blue sky
让不安的妳 一抬头就看得见 - rang bu
an de ni yi tai tao jiu kan de jian
So that the troubled you, can see it when you lift up your head
“Yi Xing ge..”
Suara lembut itu, memasuki telingaku.
Aku menoleh dan mendapati dia ada disana sedang tersenyum dan berjalan
kearahku.
“Hei..
Aku kan sudah bilang, panggilnya Lay ge
saja...” Jawabku.
“Tidak
mau.. Kenapa harus Lay ge?? Aku lebih
suka memanggil nama aslimu..”
Hening, setelah ia duduk disebelahku.
Kami duduk di sebuah panggung tempat kuberlatih piano.
“Kenapa??
Kau ada masalah?” Tanyaku ketika melihat wajahnya begitu kusut.
“Hm?
Hehe.. Begitulah..”
Ia tersenyum lalu menundukan kepalanya.
“Ayo,
ikut aku..”
Aku menarik tangannya untuk
mengikutiku.
“Kemana??”
Tanyanya penasaran.
Tapi, aku tak menjawabnya. Tidak seru
jika dia tahu duluan, kan? Kami menaiki tangga dan sampai diatap gedung
pertunjukan itu.
“Kenapa
kau membawaku kemari, Yi Xing ge?”
“Hehe..
Duduklah..”
Dia menurut dan duduk disebelahku.
“Lihat..
Langitnya biru.. Indah sekali kan??”
Ia mengadahkan kepalanya keatas
mengikutiku. Dan harapanku terkabul ketika ia tersenyum.
“Indah
ya.. Langitnya.. Biru bersih.. Asyik sekali bisa melihat langit seluas ini
tanpa ada halangan benda yang lain..”
“Akhir-akhir
ini, ketika aku sedang ada masalah... Aku sering kemari dan menatap langit biru
bersih dan luas itu.. Dan hasilnya, hatiku merasa sangat lega.. Entah kenapa..”
“Hei..
Kau menunjukanku tempat rahasiamu ya??”
Aku tersenyum kearahnya. Suasana hening
lagi karena kami sibuk memanjakan mata kami dengan pemandangan langit yang biru
itu.
“Jika
ada masalah, kau bisa melihat langit biru ini ketika kau mengangkat kepalamu..”
我 把心烧成火焰 - wo ba xin xiao jung huo
yuan
I burn my heart to create
a flame
让怕黑的妳 拥着温暖入眠 - rang pa hai de ni yong
zhe wen nuan ru nian
so that the you that's afraid of the dark, can fall asleep in
its warmth
“Yi
Xing ge.. Aku takut....”
“Kenapa?!
Ada masalah apa?! Kau baik-baik saja kan?!”
Aku begitu panik ketika ia
menghubungiku dan mengatakan kalau ia sedang ketakutan.
“Aku
akan segera ke rumahmu! Tunggu sebentar ya..!”
Aku bergegas meraih jaket dan menaiki
motorku. Aku melesat ke rumahnya dengan cepat. Sesampainya disana, kulihat
rumahnya sangat gelap. Tak ada satu lampu pun yang menyala. Ada apa sebenarnya?
Aku semakin khawatir dan cemas. Langsung saja, aku masuk kedalam rumah.
“Yi
Xing ge..!” Panggilnya yang sekarang
sedang ada dibawah sofa.
“Kenapa
kau ada dibawah situ?? Ada apa?! Apa ada pencuri?!”
Ia menggeleng.
“Lalu
kenapa???”
“Aku
takut gelap.. Listriknya mati...”
Aku menghela nafas antara lega dan
maklum. Aku tersenyum bodoh dan geli.
“Kenapa
tertawa??! Aku takut nih.. Orang tuaku sedang pergi dan aku sendirian di
rumah....”
“Ckckckck..
Kemarilah.. Keluarlah darisana.. Sekarang semuanya sudah aman.. Kan ada aku..”
Ia keluar dari tempat
persembunyiannya dan duduk di lantai bersandar di sofa itu. Aku duduk disampingnya menemani dirinya yang takut akan
gelap.
“Kau
itu membuatku sangat khawatir! Hih..!”
“Hehehe..
Maaf ya, ge.. Hihihihi.. Tapi,
terimakasih sudah mau menemaniku!”
“Ini
kan sudah malam.. Kenapa kau belum tidur??”
“Tadi
aku hampir tidur, tapi tiba-tiba lampunya mati.. Aku jadi tidak bisa tidur...”
Ia memanyunkan bibirnya takut dan
sebal. Aku mengacak-acak rambutnya kilas.
“Tidurlah..
Aku akan menjagamu..”
“Tapi,
aku takut gelap....!”
“Tak
apa.. Bayangkan saja kalau aku ini api untuk menerangi tidurmu dan
menghangatkan badanmu..”
Gadis ini tersenyum lalu memejamkan
matanya. Kusandarkan kepalanya di bahuku. Baiklah, akan kutunggu sampai ia
benar-benar tertidur.
第几个一百天 还是很有感觉 - di ji
ge yi bai tian hai shi hen you gan jue
How many hundred days has it been, the feeling is still there
Para penonton
menyaksikanku bermain piano. Beberapa dari mereka terbawa emosi dan menitikan
air mata. Aku bermain disini, tapi pikiranku tidak disini. Ponselku masih
menyala. Apakah terhubung ke ponselmu? Apakah panggilan dariku ini terdengar
olehmu? Apakah kau mendengarku bermain piano?
Aku menyanyi
dengan sepenuh hati. Jemari ini juga bermain menari-nari diatas tuts piano
dengan lentik. Berharap kau bisa mendengarnya. Kursi paling depan itu masih
kosong dan belum terisi. Apakah kau benar-benar tidak bisa datang? Apakah kau
sudah datang? Kau melihatku bermain piano kan?
Ini sudah
berapa ratus hari? Kenapa perasaan ini merasa kalau kau masih ada disini? Rasa
cinta ini masih hinggap dan melekat di hatiku. Perasaan ini masih disini, di
hatiku. Apakah kau juga merasakan hal yang sama? Disana.
第几个一百天 也像刚热恋 - di ji
ge yi bai tian ye xiang gang re lian
How many hundred days has it been, still feels like we're madly
in love
Berapa ratus
hari sudah kulewati tanpamu? Tapi, rasanya seperti kita masih di mabuk cinta.
Sebenarnya kau kemana? Kursi itu masih kosong belum ada yang mengisi. Akankah
kau datang dan mengisi kekosongan itu? Apakah kau akan menepati janjimu?
Apakah aku bodoh?
Terlalu bodohkah aku ini untuk bisa menerima segalanya? Kubiarkan ponsel itu
tetap menghubungimu. Kubiarkan isakan para penonton. Dan kumulai berkonsentrasi
pada nyanyian dan tarian jemariku ini. Namun, kenapa kenangan itu selalu muncul
setiap aku menekan satu demi satu tuts bergiliran.
Ya, kenangan.
Kenangan itu masih tersimpan di hati ini.
第几个一百天 越来越有感觉 - di ji
ge yi bai tian yue lai yue you gan jue
How many hundred days has it been, the feelings grows stronger
and stronger
Sudah berapa
ratus hari kau tidak ada disampingku, menemaniku, bercanda denganku, berbicara
denganku, bermanjaan denganku, menggandeng tanganku, memeluk tubuhku, mencium
pipi dan keningku? Berapa ratus hari? Aku sendiri tidak bisa mengingat dengan
benar, kapan kepergianmu.
Kerinduan ini
rasanya telah berhasil merobek dan menikam hatiku begitu dalam. Tapi, tidak
untuk perasaanku. Kepergianmu, membuat perasaan ini tumbuh semakin kuat dan
kuat tiap detiknya.
当守护变信念 连泪水都很甜 - dang shou hu bian xin nian lian lei shui dou hen tian
When being by your side becomes a promise, even the tears become sweet
Jika bisa bertemu dengan dirimu lagi, aku akan merasa sangat bahagia. Bahkan air mata pun akan terasa sangat manis jika kau ada disampingku.
Permainan pianoku kuakhiri dengan sentuham lembut. Kuperpanjang akhirannya tanda selesainya lagu yang kupersembahkan. Penonton memberiku standing applause dengan wajah masih basah dan beberapa masih menitikan air mata. Apakah perasaanku tersampaikan ketika aku bermain piano dan bernyanyi tadi, hingga para penonton ikut merasakan kesedihanku.
Aku bangkit berdiri dari kursi pianis itu lalu membungkukan badan lagi. Saat kutegakan badanku, aku masih melihat kursi itu masih kosong tanpa ada apa-apa. Aku tersenyum setelah menghela nafas singkat lalu berjalan mengambil ponselku yang kuletakan diatas piano.
Aku hendak melihat ponselku. Bodohnya diriku, tentu saja disana pasti tidak tertulis apa-apa. Mana mungkin dia menerima panggilan dariku? Tapi, hasilnya beda. Ponselku, selama kurang lebih 5 menit tadi.. Terhubung ke ponselnya. Dia menerima panggilan dariku. Dia mendengarkan suaraku bernyanyi dan mendengarkan dentingan dari piano yang kumainkan. Seperti janjinya waktu itu.
Aku menarik nafas lega dengan senyum mengembang. Kau menepati janjimu, Rum. Ya, Arum. Nama gadis yang selalu kupikirkan selama ini. Satu-satunya gadis manis yang sampai akhir hidupnya, selalu memanggilku dengan Zhang Yi Xing. Itulah dia.
Walaupun kursi itu tetap kosong, tapi aku tahu.. Kau memperhatikanku sampai akhir permainanku. Benarkan, Rum? Kau mendengarku kan?
当守护变信念 连泪水都很甜 - dang shou hu bian xin nian lian lei shui dou hen tian
When being by your side becomes a promise, even the tears become sweet
Jika bisa bertemu dengan dirimu lagi, aku akan merasa sangat bahagia. Bahkan air mata pun akan terasa sangat manis jika kau ada disampingku.
Permainan pianoku kuakhiri dengan sentuham lembut. Kuperpanjang akhirannya tanda selesainya lagu yang kupersembahkan. Penonton memberiku standing applause dengan wajah masih basah dan beberapa masih menitikan air mata. Apakah perasaanku tersampaikan ketika aku bermain piano dan bernyanyi tadi, hingga para penonton ikut merasakan kesedihanku.
Aku bangkit berdiri dari kursi pianis itu lalu membungkukan badan lagi. Saat kutegakan badanku, aku masih melihat kursi itu masih kosong tanpa ada apa-apa. Aku tersenyum setelah menghela nafas singkat lalu berjalan mengambil ponselku yang kuletakan diatas piano.
Aku hendak melihat ponselku. Bodohnya diriku, tentu saja disana pasti tidak tertulis apa-apa. Mana mungkin dia menerima panggilan dariku? Tapi, hasilnya beda. Ponselku, selama kurang lebih 5 menit tadi.. Terhubung ke ponselnya. Dia menerima panggilan dariku. Dia mendengarkan suaraku bernyanyi dan mendengarkan dentingan dari piano yang kumainkan. Seperti janjinya waktu itu.
Aku menarik nafas lega dengan senyum mengembang. Kau menepati janjimu, Rum. Ya, Arum. Nama gadis yang selalu kupikirkan selama ini. Satu-satunya gadis manis yang sampai akhir hidupnya, selalu memanggilku dengan Zhang Yi Xing. Itulah dia.
Walaupun kursi itu tetap kosong, tapi aku tahu.. Kau memperhatikanku sampai akhir permainanku. Benarkan, Rum? Kau mendengarku kan?
Romaji
wo ba ai pu cheng lan
tian
rang bu an de ni yi tai tao jiu kan de jian
wo ba xin xiao jung huo yuan
rang pa hai de ni yong zhe wen nuan ru nian
wo xiao de shi jian ru xue you shi hou hui fu gai yi qie
dan shi zhen ai yi ru jue qiang hui chong sheng de lu ye
di ji ge yi bai tian hai shi hen you gan jue
yong yan jing qu su miao ni nei xin de shi jie
di ji ge yi bai tian ye xiang gang re lian
liang ge ren shou yi cheng lian ming yu dou gai bian
ceng you de ming gan cui rou
zai wo de xiong kou ni jiu tang xia lai bie shou le
jiang you de gu zhi chong dong
wo ye hui yong bao ni an fu zhe ti liang xin teng juoWooh ~Wooh~
di ji ge yi bai tian yue lai yue you gan jue
yong yan jing qu su miao ni nei xin de shi jie
guan guo uo shao yi bai tian ye xiang gang re lian
rang bu an de ni yi tai tao jiu kan de jian
wo ba xin xiao jung huo yuan
rang pa hai de ni yong zhe wen nuan ru nian
wo xiao de shi jian ru xue you shi hou hui fu gai yi qie
dan shi zhen ai yi ru jue qiang hui chong sheng de lu ye
di ji ge yi bai tian hai shi hen you gan jue
yong yan jing qu su miao ni nei xin de shi jie
di ji ge yi bai tian ye xiang gang re lian
liang ge ren shou yi cheng lian ming yu dou gai bian
ceng you de ming gan cui rou
zai wo de xiong kou ni jiu tang xia lai bie shou le
jiang you de gu zhi chong dong
wo ye hui yong bao ni an fu zhe ti liang xin teng juoWooh ~Wooh~
di ji ge yi bai tian yue lai yue you gan jue
yong yan jing qu su miao ni nei xin de shi jie
guan guo uo shao yi bai tian ye xiang gang re lian
liang ge ren shou yi
cheng lian ming yu dou gai bian
dang shou hu bian xin nian lian lei shui dou hen tian
dang shou hu bian xin nian lian lei shui dou hen tian
Kanji
我 把爱铺成蓝天
让不安的妳 一抬头就看得见
我 把心烧成火焰
让怕黑的妳 拥着温暖入眠
我晓得 时间如雪 有时候会覆盖一切
但是真爱 一如倔强会重生的绿叶
第几个一百天 还是很有感觉
用眼睛去素描 妳内心的世界
第几个一百天 也像刚热恋
两个人手一牵 连命运都改变
曾有的敏感脆弱
在我的胸口 你就躺下来别说了
将有的固执冲动
我也会拥抱妳安抚着体谅妳心疼着Wooh ~Wooh~
第几个一百天 越来越有感觉
用眼睛去素描 妳内心的世界
管过多少一百天 也像刚热恋
两个人手一牵 连命运都改变
当守护变信念 连泪水都很甜
让不安的妳 一抬头就看得见
我 把心烧成火焰
让怕黑的妳 拥着温暖入眠
我晓得 时间如雪 有时候会覆盖一切
但是真爱 一如倔强会重生的绿叶
第几个一百天 还是很有感觉
用眼睛去素描 妳内心的世界
第几个一百天 也像刚热恋
两个人手一牵 连命运都改变
曾有的敏感脆弱
在我的胸口 你就躺下来别说了
将有的固执冲动
我也会拥抱妳安抚着体谅妳心疼着Wooh ~Wooh~
第几个一百天 越来越有感觉
用眼睛去素描 妳内心的世界
管过多少一百天 也像刚热恋
两个人手一牵 连命运都改变
当守护变信念 连泪水都很甜
Translation
I use my love to create the blue sky
so that the troubled you, can see it when you lift up your head.
I burn my heart to create a flame,
so that the you that's afraid of the dark, can fall asleep in its warmth.
I understand that time is like the snow, sometimes it covers everything.
But real love is as strong as green leaves that will regrow.
How many hundred days has it been, the feeling is still there
Use your eyes to feel, the world within your heart.
How many hundred days has it been, still feels like we're madly in love
As we join our hands together, our fates change too.
The weakness and sensitivity that you have,
Just life down on my chest and not say a word.
The stubborn impluse that you have,
I will hug you, calm you and understand your pain
How many hundred days has it bee, the feelings grows stronger and stronger
Use your eyes to feel, the world within your heart.
How many hundred days has it been, still feels like we're madly in love
As we join our hands together, our fates change too.
When being by your side becomes a promise, even the tears become sweet.
so that the troubled you, can see it when you lift up your head.
I burn my heart to create a flame,
so that the you that's afraid of the dark, can fall asleep in its warmth.
I understand that time is like the snow, sometimes it covers everything.
But real love is as strong as green leaves that will regrow.
How many hundred days has it been, the feeling is still there
Use your eyes to feel, the world within your heart.
How many hundred days has it been, still feels like we're madly in love
As we join our hands together, our fates change too.
The weakness and sensitivity that you have,
Just life down on my chest and not say a word.
The stubborn impluse that you have,
I will hug you, calm you and understand your pain
How many hundred days has it bee, the feelings grows stronger and stronger
Use your eyes to feel, the world within your heart.
How many hundred days has it been, still feels like we're madly in love
As we join our hands together, our fates change too.
When being by your side becomes a promise, even the tears become sweet.
-Fin-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar